Pingkan Langi, Ubah Situasi Pandemi Covid-19 Menjadi Peluang Kembangkan Inovasi Employee Management, Melalui Worki.

Pandemi Covid-19 mengubah semua aspek kehidupan di dunia, umumnya dalam aktivitas & mobilitas manusia. Memaksa semua sektor untuk adaptif melakukan gebrakan inovasi agar dapat tetap bertahan, berdaya saing dan menjawab tantangan serta persoalan di dalam situasi seperti ini.

Kak Pingkan Prisilia Istra Langi, yang kesehariannya bekerja di HCBP Center di bidang Human Capital, saat itu melihat sektor perusahaan di seluruh dunia menghadapi cara kerja yang baru, dan masih banyak perusahaan yang belum siap menghadapi tantangan ini. Dari problem itu, Kak Pingkan ingin sektor perusahaan dapat beradaptasi dengan cara kerja baru seperti Work From Home (WFH) atau kerja secara remote ataupun hybrid yang lebih banyak memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, dari sisi kebutuhan manajemen sumber daya manusia perusahaan membutuhkan sesuatu yang dapat memonitoring karyawannya secara jarak jauh, terlebih agar tahu situasi dan konsidisi karyawan saat melakukan WFH. Saat itulah Kak Pingkan memutuskan untuk mengembangkan produk Worki.

“Semenjak diberlakukannya WFH, komunikasi atasan dengan karyawan sangat terbatas, di sisi lain karyawan juga sebenarnya membutuhkan perhatian dari atasannya agar merasa dihargai usahanya dalam bekerja, dan diperhatikan secara lebih. Terlebih Telkom yang mengelola ribuan karyawan, dimana akan susah jika harus memperhatikan kinerja beribu karyawan satu persatu secara manual, karena sebuah perusahaan akan berjalan produktif ketika engagement karyawannya berjalan dengan baik.” Tutur Kak Pingkan.

Berawal dari produk Diarium yang hanya dipakai khusus oleh TelkomGroup, pada saat Pandemi Covid-19 banyak company atau BUMN yang melakukan benchmarking ke Telkom, tertarik untuk bisa menerapkan produk Diarium di company atau BUMN mereka.  Dari situlah, Kak Pingkan beserta tim memberanikan diriuntuk dapat merebrand Diarium agar dapat digunakan company atau BUMN lain dan memutuskan untuk mengembangkan inovasinya melalui program inkubasi Digital Amoeba.

Dalam perjalanannya, dinamika permintaan (demand) konsumen ternyata menuntut tim agar lebih agile, yaitu fleksibel dalam menyediakan produk yang diinginkan konsumen. Untuk mencapai Agile, tentunya perlu didukung oleh tim atau tenaga kerja yang produktif. Diarium sendiri masih mengunakan aturan atau cara kerja Telkom. Oleh karena itu di akhir tahun 2020 beliau dan tim memutuskan membangun Diarium Next Generation, dan me-rebranding menjadi Worki. Bisa dikatakan Worki ini adalah evolusi dari Diarium The Next Generation. Worki dibangun oleh teknologi terbaru, yang lebih advance dengan system modular. Selain itu, fitur-fitur yang ditawarkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan Client.

Worki dibuat sebagai aplikasi super untuk layanan sumber daya manusia. Selaku platform kehidupan kerja digital yang dapat menghubungkan komunikasi dengan karyawan, manajemen peningkatan produktivitas karyawan, menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan. Worki sangat menjunjung tinggi keterlibatan karyawan dan Manajemennya lebih dari apa pun. Fitur-fitur yang ditawarkan oleh Worki sendiri yaitu seperti event management, modelnya adalah kita bisa buat event atau create task yang menyertakan delegasi teman atau rekan kerja lainnya. Dalam mengadakan suatu event bisa mengundang participant, untuk lebih lengkapnya  bisa mencantumkan link zoom di deskripsi. Worki juga memiliki target untuk me-cover seluruh employee life cycle, dimulai dari karyawan masuk ke satu perusahaan dalam tahapan Recruitment, Onboarding sampai pensiun dengan mengggunakan satu aplikasi saja. Saat ini, Worki sedang mengembangkan  banyak fitur, on progress social connect.  Fitur-fitur lainnya yaitu izin, cuti dan face recognition. Lebih tepatnya Worki akan terus mengembangkan kebutuhan sejalan perkembangan zaman. Untuk menunjang mobilitas kerjaaplikasi Worki tersedia dalam sistem operasi Android dan IOS.

Hal wajar dalam proses pembuatan sebuah produk kerap terdapat rintangan atau masa sulit, begitupun yang dirasakan Kak Pingkan dan timnya. Mereka sempat mengalami kesulitan dalam membuat aplikasi tersebut, seperti kehilangan developer.

“Salah satu developer saya resign tiba-tiba dan mengajak satu teman timnya untuk out (resign) juga dari Worki. Sempat ada freeze deployment sekitar 2 bulanan untuk mencari talent, mulai menyebar recruitment, flyer, untuk mencari talent yang mempunyai attitude bagus dan skill yang pas di Worki. Disana tantangannya, karena ada kekosongan dua atau tiga bulan jadi developmentnya itu melambat tidak sesuai target. Sangat banyak tantangannya tapi satu hal kita bisa bertahan karna ada motivasi.” tuturnya.

Setiap upaya Kak Pingkan dan tim dalam melalui masa sulit, dianggap sebagai tangga menuju goals yang lebih besar yakni Worki bisa digunakan oleh banyak orang dan memberikan value bagi Indonesia. Golden Sentence yang sering Kak Pingkan katakan untuk timnya yaitu “Just do the best and let God do the rest”. Kata tersebut yang sampai saat ini masih bisa jadi kekuatan. Terlebih Kak Pingkan meminta tim nya untuk selalu menjunjung kolaborasi. Dalam artian jika satu orang gagal Worki juga akan gagal dan jika satu orang berhasil Worki juga akan berhasil.

Mengutip dari perjalanan Kak Pingkan dan tim untuk membuat produk worki, Pandemi Covid-19 yang mengubah sistem kerja perusahaan perlu kita ikuti perjalanannya untuk melihat peluang berinovasi yaitu dengan menghasilkan produk inovasi lainnya. Apakah Company sobat tertarik untuk meningkatkan keterlibatan karyawan? Kalian bisa langsung gunakan Worki. Worki akan menjembatani dan akan menghubungkan – berkomunikasi – berkolaborasi antara karyawan dan manajemen untuk meningkatkan keterlibatan dan produktivitas. Info lebih lanjutnya bisa langsung kunjungi Website nya di https://www.worki.id.

Semoga bermanfaat. Salam Inovasi!!

Penulis: Siska Amelia | Kurasi konten: Yudhi Amrial

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *