NUMBER OF GROWTH IN 4 YEARS

Sejak 2017, Program Digital Amoeba (PDA) telah berkontribusi dalam percepatan pengembangan future digital talent. Hingga saat ini, selama empat tahun terakhir PDA telah mengembangkan sebanyak 3996 talent yang memiliki jiwa inovatif. Hal ini membuktikan bahwa pertumbuhan future digital talent cenderung positif meningkat jika melihat jumlah talent pada tahun 2017 yaitu sebanyak 458 talent.

Kami yakin bahwa kunci dari kesuksesan suatu inovasi berada pada real engine yang menjalankannya apa lagi kalau bukan people. Sehingga PDA terus berkembang dengan memegang prinsip yaitu “WE DON’T CREATE PRODUCTS, WE BUILD PEOPLE WHO CREATE PRODUCTS.”

Dalam mengembangkan inovasi, merujuk pada global success rate suatu inovasi hanya berkisar antara 5-10% saja. Total dari 3996 talent yang dikembangkan melalui PDA, terdapat 160 talent yang masih aktif mengembangkan inovasi dan 3836 talent yang sudah tidak aktif. Hal ini disebabkan amoeba(re:inovasi) yang fail, gugur saat sidang komite bahkan ada yang mengundurkan diri dengan alasan tertentu.

Sejak dibentuknya satuan tugas PDA hingga menjadi suatu existing organization di Telkom, PDA percaya bahwa tujuan besar program ini adalah untuk membangun future digital talent, future digital business, dan relevan innovation system.

Para talent yang tergabung dalam program ini diharapkan mampu memberikan potensi mereka semaksimal mungkin, sehingga menjadi digital talent potential yang dapat bersaing dan mendukung transformasi Telkom menjadi perusahaan digital-telko. Oleh karena itu, agar tujuan PDA terwujud setiap tim Amoeba yang bergabung memiliki anggota yang terbagi dalam tiga peran besar yakni sebagai Hustler, Hacker dan Hipster.  Dimana setiap peran memiliki fungsi sbb.

  1. Hustler : the master who responsible for business development
  2. Hacker : tech guys who responsible for product development
  3. Hipster : interactive people who are responsible for market/customer development.

PDA juga telah memetakan 3996 talent yang pernah atau sedang tergabung ke dalam tiga peran utama tadi. Peran Hustler sebanyak 1185 talent, sebagai Hacker sebanyak 1216 talent, dan 1595 talent sebagai Hipster.

Selain itu, berdasarkan data inovator dan inovasi Telkom Indonesia yang telah terkumpul melalui PDA. Jiwa-jiwa inovatif dan ide – ide kreatif telah dikeluarkan melalui potensi talent di setiap unitnya, dimana terdapat 284 talent dari Telkom Regional 2, 227 talent dari Telkom Regional 5, 209 talent dari Telkom Regional 3, Telkom Regional 1 dan Telkom Regional 6 masing-masing terdapat 202 talent yang berkontribusi, Telkom Regional 4 sebanyak 201 talent, dan Telkom Regional 7 sebanyak 175 talent.

Jika dipetakan berdasarkan lokasi pekerjaan/ wilayah, terdapat 5 wilayah yang memberikan kontribusi talent terbanyak antara lain 943 talent dari Jakarta, 389 talent dari Bandung, 157 talent dari Semarang, 140 talent dari Surabaya dan 108 talent dari Balikpapan.

PDA selalu memberikan opsi – opsi versi terbaiknya dalam memberikan wadah atau jalur intake agar talent Telkom Indonesia dapat berinovasi, seperti :

  1. Finding Founder (FIFO), merupakan jalur berinovasi dengan cara men-challenge talent Telkom untuk menjadi founder serta mengembangkan existing innovation/ idea menggunakan sistem sayembara.
  2. Assignment, merupakan jalur berinovasi bagi para talent dengan mendapat dukungan penuh dari atasan dimana talent tersebut dipilih dan dipercaya untuk menjadi founder yang kemudian akan diassign mengembangkan suatu inovasi/ ide.
  3. Idea Festival (HACK Idea), merupakan jalur berinovasi bagi talent – talent Telkom Indonesia dengan cara membebaskan para talent mendaftarkan tim beserta ide-nya untuk mengikuti PDA dengan mekanisme kompetisi.

Dari beberapa rangkaian intake yang sudah disebutkan, terdapat 5 top-batches submission dari setiap talent terdapat di batch HACK Idea 5 sebanyak 1775 talent, HACK Idea 4 sebanyak 1299 talent, HACK Idea 6 sebanyak 987 talent, HACK Idea 3 sebanyak 558 talent, EBIS Assignment 160 talent.

Seperti yang kita ketahui bahwa perusahaan harus tetap menjalankan dua peran utamanya yaitu eksploitasi bisnis saat ini dan eksplorasi bisnis masa depan. Harapannya akan jauh lebih banyak lagi talent – talent yang bergabung untuk berinovasi, dan PDA berkomitmen akan terus mengembangkan potensi – potensi seluruh talent yang ada agar dapat menciptakan inovasi – inovasi terbaik yang dapat menjadi The Next Big Things bagi Telkom Indonesia. 

Penulis : Lingkan Putri W.P. & Faisal Ardiansyah
Kurator : Muhammad Farizko N.
Infographic : Nabila Putri A.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *