Netmonk, Sebuah Jembatan Informasi Digital

Halo Sobat Inovator! Tidak terasa ya sudah hampir dua tahun banyak dari kita yang terpaksa melakukan aktivitas seperti bekerja, sekolah, dan meeting dari rumah saja. Tentunya kita akan sangat bergantung pada koneksi internet. Saat koneksi internet mengalami gangguan pastinya tidak sedikit dari kita akan merasa terganggu dan terhambat untuk melakukan aktivitas, lalu apa yang akan kita lakukan? Ya betul, tentunya kita akan langsung menghubungi customer service provider internet. Namun, kini sobat tidak pelu khawatir karena Netmonk hadir untuk memonitor keadaan perangkat jaringan sobat apakah dalam keadaan baik atau mengalami kerusakan. Sebelum kita kupas Netmonk secara lebih jauh, mari kita kilas balik dahulu ke perjalanan awal mula terbentuknya Netmonk.

Netmonk berdiri pada tahun 2017, di sebuah inkubasi startup PT Telkom Indonesia yaitu Digital Amoeba. Netmonk merupakan ide dari anak-anak muda Indonesia yaitu Kak Doni Bahtiar bersama dengan timnya, yang berinisiatif untuk menciptakan aplikasi monitoring jaringan Indonesia. Di mana fokus awal dari project tersebut sebenarnya untuk menyelesaikan masalah-masalah internal yang ada di Telkom, namun saat proses customer validation, Kak Doni dan timnya menyadari bahwa pihak-pihak di luar Telkom juga menghadapi permasalahan yang sama.

Kesempatan tersebut langsung dieksekusi oleh Kak Doni dan tim, dengan bimbingan mentor dari pihak internal Telkom, mereka melakukan eksplorasi di mini lab untuk dapat mengembangkan fokus project yang awalnya pengembangan hanya untuk pihak internal saja, menjadi dua fokus yaitu internal dan eksternal. Perjalanan Netmonk tentu disertai dengan berbagai tantangan dan struggle yang Kak Doni dan tim alami. Namun hal tersebut tidak menghentikan langkah mereka untuk membentuk Netmonk. Saat awal peluncuran produk di pasaran, banyak pihak yang enggan menggunakan Netmonk dikarenakan tidak percaya akan keamanan data mereka, dan juga Netmonk merupakan aplikasi baru saat itu, di mana belum memiliki point of trust dari para calon customer. Sehingga hal yang pertama mereka lakukan saat Netmonk mendapatkan pelanggan adalah memberikan pelayanan terbaik agar memberi kesan dan citra yang baik ke customer, dan agar dapat menarik customer lainnya.

Lalu apa sih yang membedakan Netmonk dengan kompetitor lainnya? Netmonk hadir dengan beberapa keunggulan yaitu, pertama adalah keinginan untuk memberikan fitur-fitur dari kompetitor dalam satu platform yang lebih sederhana. Dan yang kedua yaitu memberikan harga yang affordable dari yang ditawarkan oleh kompetitor. Dengan menggunakan Netmonk, sobat tidak perlu membayar mahal untuk mendapatkan semua keunggulan dan fitur yang ditawarkan oleh kompetitor. Selain itu Netmonk sendiri memiliki sebuah kultur yang dinamakan dengan the CORE, yakni Collaborative dan Responsibility. “Kita harus kolaborasi, semua punya responsibility masing-masing. Saya anggap semua orang itu pintar di bidangnya masing-masing. Saya kira saling melengkapi dan menghormati satu sama lain,” tuturnya.

Dengan pencapaian Netmonk saat ini, tidak membuat Kak Doni dan tim merasa puas dan berhenti untuk terus melakukan inovasi. Saat ditanyakan terkait seberapa pentingnya inovasi di dalam sebuah perusahaan, “Inovasi merupakan suatu bridging atau jembatan agar kita bisa mengenal lebih dalam permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan, khususnya di area bisnis. Ketika kita berinovasi, kita mendalami suatu masalah, sehingga apa yang terjadi di lapangan bisa relate dengan bisnis yang sedang kita kembangkan,” tutur Kak Doni Bahtiar selaku Chief Executive Officer dari Netmonk. Inovasi yang selama ini mereka ciptakan berasal dari feedback para customer, hal ini bertujuan agar fitur yang ditawarkan oleh Netmonk semakin related dengan kebutuhan customer. Kak Doni dan team men-challange diri mereka sendiri dengan memiliki target setiap bulannya yaitu harus ada minimal satu fitur yang rilis. Contoh seperti tiga inovasi terakhir yaitu tampilan baru, fitur baru di website, dan website monitoring. Jadi harapannya adalah Netmonk bisa semakin related dengan problem yang customer alami.

Saat ini Netmonk sedang mencoba strategi bundling, karena memiliki konektivitas yang sangat dekat dengan Telkom, nantinya setiap konektivitas yang diberikan Telkom ke customer akan mendapatkan dashboard agar mereka dapat memantau sendiri. Nah, itulah awal mula perjalanan dibentuknya Netmonk. Tentunya banyak sekali yang bisa kita dapat dari perjalanan dari Netmonk, mulai dari bagaimana kita bisa melihat sebuah masalah sampai menjadi sebuah peluang, dan bagaimana kita terus melahirkan ide-ide inovasi keren lainnya dengan mendengarkan masukan dari para customer. Karena produk yang baik adalah produk yang dibutuhkan oleh banyak orang.

Penasaran dengan fitur yang ada di Netmonk? Yuk langsung saja kunjungi websitenya melalui link berikut netmonk.id. Dan jangan lupa untuk pantengin terus social media kita di @digitalamoeba dan digitalamoeba.id biar kalian enggak ketinggalan informasi terbaru dari Digital Amoeba. Akhir kata kami tidak bosan-bosan untuk mengingatkan kalian agar stay healthy and stay inovate. Semoga bermanfaat, salam inovasi!

Leave a Comment

Your email address will not be published.