Kata Siapa Orang Introvert Susah Berinovasi?

Semua yang tidak berinovasi akan mati terlindas zaman. Memasuki Era Society 5.0 yang merupakan masa depan baru umat manusia dengan pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan. Semua hal dilakukan dengan teknologi, kalimat ini sepertinya tidak asing lagi di telinga. Kedengarannya memang aneh, tetapi ada benarnya juga. Dunia dengan cepat berubah. Sebagai dampaknya, tantangan dan masalah yang di hadapi oleh penduduk di berbagai belahan dunia khususnya di Indonesia juga semakin rumit.

Maka dari itu diperlukan kontribusi jiwa muda untuk menciptakan solusi-solusi baru yang lebih segar. Jalan satu-satunya adalah berinovasi. Inovasi sendiri dapat diartikan sebagai proses mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi lebih bernilai dan bermanfaat. Jiwa muda yang punya karakteristik kreatif, ekspresif dan selalu memiliki ide-ide segar lah yang harus jadi gudang inovasi.

Berinovasi memang tidak mudah tetapi dapat dilakukan. Tidak banyak jiwa muda yang hasil inovasinya sudah bermanfaat bagi masyarakat luas. Padahal ide awalnya sangat sederhana dan hanya didasari pada kepedulian terhadap keadaan orang sekitar.

Berawal dari pribadi yang introvert, kak Pathya Budhiputra membuktikan bahwa beliau dapat menjadi seorang Intrapreneur. Sebagian masyarakat menilai bahwa orang dengan kepribadian introvert cenderung fokus kepada pikiran, perasaan, dan suasana hati yang berasal dari dalam diri sendiri alias internal. Namun ternyata, kepribadian itulah yang membantu kak pathya untuk berinovasi. Salah satu contohnya adalah dengan Design thinking yang merubah hidupnya.

Design thinking mengajarkan banyak hal, karena filosofi berfikir itu yang sangat dibutuhkan apalagi digabung dengan Growth Mindset jadinya keren.” Tutur kak Pathya.

Dengan Design Thinking akan mengajarkan kita berempati, mendefinisikan masalah dari sekian banyak masalah yang impact-nya paling besar, Ideate, Prototype dan Testing. Begitupun belajar dengan melihat dari kacamata orang lain.

“Buat ide jangan takut salah dan banyakin aja idenya. Lalu kontirbusi memilih ide mana yang bisa kita pilih. Akhirnya berubah pola pikir kita untuk siap di era digital, siap untuk kita menerima feedback, siap untuk tidak memaksakan kehendak tapi mendengarkan orang lain, dengan apa yang mereka butuhkan, dan harusnya semua orang punya pola pikir Design Thinking,” Tuturnya.

Sebagai orang yang punya keinginan untuk berinovasi, selain Design Thinking Kak Pathya juga menyarankan untuk menerapkan Growth Mindset. Kenapa? karena menurut dia Design Thinking harus di kaloborasikan dengan Growth Mindset. Percuma jika yang kalian terapkan hanya Design Thinking saja.

 “Orang yang mau berinovasi, hanya belajar Design Thinking tapi ga punya Growth Mindset sama aja bo’ong.” Tuturnya.

Dengan pola pikir yang kak pathya punya, akhirnya memutuskan untuk meluncurkan inovasi produk. Produk yang dibuat dari Assignment dan bukan dari kak pathya atau timnya sendiri. Namun saat itu juga kak pathya menemukan purpose dimana tiap perusahaan itu mampu survive untuk membuat inovasi yang bisa mereka buat sendiri, dengan tujuan untuk membangun perusahaan agar siap menghadapi dunia digital. Akhirnya kak pathya berhasil meluncurkan inovasi produk Sprinthink.

Sprinthink hadir untuk membantu perusahaan Indonesia agar memiliki daya saing digital di pasar Global, kak Pathya dan tim percaya bisa mewujudkannya dengan menciptakan dan membangun budaya inovasi pada perusahaan Indonesia melalui transformasi Mindset, People dan Culture. Mereka menggunakan prinsip “Share dan Inspire“. Melalui Coaching, Training, Consulting dan Benchmarking, kak Pathya dan tim akan berbagi kunci sukses dan pembelajaran dari perjalanan yang telah mereka lalui untuk menuju perusahaan yang bertransformasi Digital.

Memiliki Design Thinking dan Growth Mindset ini tidak hanya berguna bagi perkembangan diri sendiri tetapi juga untuk perkembangan bagi perusahaan juga. Dengan terus menantang diri untuk berpikir kreatif dan berinovasi, jiwa kepemimpinan akan semakin muncul. Tidak ada lagi istilah bertahan di zona nyaman. Karakteristik ini akan menghantarkan jiwa muda Indonesia pada kesuksesan. Terutama bagi mereka yang ingin berinovasi.

Sudah ‘gagal’ tapi ingin tetap menuangkan ide-ide kreatif dengan berinovasi? Tenang, Sprinthink akan menjadi solusi untuk membimbing dan menjadikan kalian inovator-inovator muda berbakat yang hasil karyanya dapat bermanfaat sebagai solusi masalah yang dihadapi. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai Sprinthink, kalian bisa langsung akses Website nya di https://www.sprinthink.id/ .

Semoga Bermanfaat Sobat, Salam Inovasi!!

Penulis: Siska Amelia | Kurasi konten: Yudhi Amrial

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *