Evomo, Tingkatkan Produktivitas dan Transformasikan Bisnismu dengan Inovasi Teknologi Terkini!

Halo Sobat Inovator! Zaman sekarang, penguasaan teknologi sudah menjadi hal yang mutlak bagi kalian. Tidak dipungkiri lagi, teknologi makin memudahkan berbagai aktivitas kalian. Hampir seluruh aspek kehidupan tidak pernah terlepas pada inovasi teknologi, sebut saja industri manufaktur, pertanian, perikanan, peternakan, dan lain sebagainya.

Teknologi memudahkan kalian dalam melakukan segala aktivitas secara lebih efektif dan efisien. Hal tersebut dimaknai positif oleh Evomo yang menciptakan solusi bagi industri manufaktur dan pertanian dalam meningkatkan produktivitas melalui penggunaan teknologi. Evomo memanfaatkan Internet of Things, Big Data, dan Robot Process Automation dalam menunjang aktivitasnya.

Kak Brian Ganda Pratama, Chief Executive Officer Evomo menjelaskan proses awal terbentuknya perusahaan tersebut, “Tujuan awal terbentuknya, ingin membuat digitalisasi dari industri manufaktur,” ujarnya.

Seyogianya kemunculan startup Evomo yang dulunya bernama Jaeger ini dimulai pada saat Kak Brian bekerja di perusahaan Telkom Indonesia melalui program Digital Amoeba. Kesempatan tersebut disambut oleh Kak Brian bersama dua rekannya, Kak Ragil Widharso dan Kak Novia Rohmaningtyas untuk mendirikan Jeager, “Kami terinspirasi dari robot Jeager yang ada di film Pacific Rim. Robot Jeager itu kan punya koneksi antara sistem fisik dengan siber, cyberphysical system. Kurang lebih mimpi kami seperti itu,” ujarnya.

Lahirlah Jeager, lalu diterapkan ke sejumlah pabrik yang terdapat di sekitar Jakarta dan Tangerang. Melalui perantara sensor, Jeager mencatat kinerja mesin dan mengumpulkan data ke dalam cloud database dengan menjamin kerahasiaan. Lalu, data secara otomatis dianalisis secara realtime untuk ditampilkan dalam bentuk historis. Selanjutnya, divisualisasikan ke dalam dashboard yang dapat diakses melalui gawai.

Singkat cerita, Jeager melakukan rebranding menjadi Evomo pada tahun 2020. Pada tahun tersebut juga Evomo mulai go to market. Kak Brian menjelaskan alasannya, “Untuk memudahkan jangkauan dan akses konsumen, karena saat menggunakan nama Jeager banyak yang masih miss spelling. Maka diubah menjadi Evomo, Evaluation Monitoring,” ujarnya.

Evomo memiliki keunggulan dibanding kompetitor lain dalam hal harga dan penawaran. Kak Brian menjelaskan, “Harga bisa bersaing dan menyediakan one stop solution dari device, network, dan application. Di mana kompetitor hanya menggunakan hardware atau software saja,” jelasnya.

Keunggulan Evomo tidak serta merta lahir begitu saja. Banyak rintangan yang pastinya telah dilewati loh Sobat Inovator. Kak Brian mengatakan, “Turnover ketika ada karyawan yang pindah ke perusahaan lain. Cukup menghambat development dan delivery ke konsumen yang mundur. Banyak hal yang harus diadjust karena itu,” ujarnya.

Ke depannya Kak Brian berharap Evomo dapat memberikan dampak positif secara luas terhadap masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan, “Untuk jangka panjang, kami menargetkan menjadi leading industrial Internet of Things di Indonesia,” ujarnya.

Referensi

Widia, S. (2020, January 17). Brian G. Pratama: Ingin Jadi Solusi IoT Manufaktur Pertama di Indonesia. Retrieved May 13, 2022, from Youngster.id: https://youngster.id/technopreneur/brian-g-pratama-ingin-jadi-solusi-iot-manufaktur-pertama-di-indonesia/

Leave a Comment

Your email address will not be published.