Design Thinking: Skill Penting dalam Inovasi

Halo Sahabat Inovator! Wah wah, ketika membaca judulnya kira-kira apa sih yang pertama terbesit di pikiran kalian? Design thinking tuh untuk para desainer ya? Atau yang related dengan desain grafis? Awalnya memang seperti itu, design thinking diperuntukkan untuk para desainer, tapi ternyata cocok juga lho untuk diterapkan di perusahaan, organisasi dan tim. Nih, baca informasi berikut ya biar makin paham soal design thinking!

Design thinking adalah serangkaian proses kognitif dan berulang untuk menyelesaikan masalah yang fokus pada kebutuhan pengguna karena design thinking memungkinkan untuk mengintegrasikan kebutuhan manusia dengan teknologi agar dapat mencapai kesuksesan bisnis. Adapun beberapa elemen dalam design thinking yaitu user centered (fokus pada pengguna), iterative (membutuhkan proses berulang), kreativitas tinggi dan hands on (memerlukan pengujian langsung).

Manfaat dari design thinking adalah mampu menciptakan retensi dan loyalitas pelanggan, untuk melakukan reframing masalah dengan cara-cara yang berpusat pada pengguna, menciptakan berbagai inovasi, dan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan prototype dan testing. Design Thinking juga melibatkan eksperimen yang sedang berjalan: membuat sketsa, membuat prototype, testing, dan mencoba berbagai konsep dan ide.

Secara garis besar ada 5 tahapan dalam design thinking yaitu emphatize (memahami kebutuhan calon konsumen), define (mengidentifikasi masalah hingga kebutuhan calon konsumen), ideate (mengumpulkan ide-ide solusi), prototype (membuat model solusi) dan test (melakukan pengujian terhadap solusi yang dipilih). Kelima tahapan ini diperlukan agar diperoleh produk baru yang baik dan sesuai dengan kebutuhan user atau pengguna.

Semoga dengan informasi singkat mengenai design thinking ini, Sahabat Inovator dapat menciptakan ide dan inovasi solutif lebih banyak lagi ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published.